Ilmu / Kampoeng Tani

Edamame I ( Serak-Serak Skripsi Bagian Pertama )

Bercerita sedikit tentang rencana skripsi saya ya…

Setelah gagal dengan judul yang pertama di meja pembimbing 2, saya disediakan waktu 40 hari selama beliau berhaji untuk kembali memikirkan judul yang paling tepat sesuai dengan rekomendasi beliau.. Karena sudah terlalu cinta dengan kedelai jepang bernama edamame ini, saya kekeuh tetap menggunakannya sebagai objek penelitian dengan perubahan kombinasi perlakuan.. Tujuh hari bertapa, saya putuskan untuk tetap mengaplikasikan bahan organik pada tanaman ini, dengan perbandingan penggunaan pupuk anorganik.. Berangkat dari pengetahuan tentang kerakusan tanaman ini akan unsur hara,, dan dampak berlanjut yang akan ditimbulkan pada tanah jika tetap dibiarkan dengan teknik budidaya kimia seperti itu.. Agak basi memang temanya, apalagi bagi mereka-mereka yang makhfum pada litbang pertanian.. Tapi, menurut saya tinjauan dan penelitian demi kepentingan sustainable agriculture harus terus dilakukan, karena tidak banyak penelitian yang sanggup dikempangkan dan aplikatif di tataran petani.. Penelitian ini saya garap sesimple mungkin, karena output yang saya inginkan tidak hanya hasil yang nyata pada hasil analisis Anova, tetapi saya juga berharap bisa memberikan rekomendasi pemupukan yang tepat, berimbang dan sehat kepada para petani kedelai.. Edamame khususnya…

Kenapa memilih edamame..?? Bukan kah ini diproduksi untuk kepentingan ekspor, dan banyak dikonsumsi orang luar negeri..??

Alasan saya mungkin tidak mengandung muatan nasionalisme,, saya hanya sudah terlampau menyukai komoditas ini.. Saya hanya ingin belajar, dan saya memilih si hijau besar ini.. Saya lahir dan besar di desa yang sector pertanian masih menjadi penaopang hidup utama.. Ketika nanti saya harus pulang, merawat kedua orang tua saya dikampung, saya berharap sudah memiliki bekal untuk memberikan sedikit sentuhan teknologi yang bermanfaat untuk petani-petani di kampung saya.. Tidak melulu bertani padi, jika swasembada beras 2010 sudah bisa tercapai.. Tidak terus-terusan menanam kedelai lokal, karena 2015 swasembada kedelai pun semoga juga bisa dipenuhi.. Tidak selalu menggantungkan hasil panen tebu kepada pabrik gula, karena keberadaannya yang tunggal di wilayah saya terkadang menyebabkan efek monopoli.. Yahhh,, mungkin saya bisa mnegajak mereka untuk menanam edamame, yang prospek bisnisnya menunjukkan grafik naik.. Atau setidaknya, mereka mau menanam sebagai tanaman sayur, untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja sekaligus memperbaiaki pergizian anak-anak di kampong saya…

Lalu tulisan ini pada akhirnya saya buat dan saya publish, setelah selama berbulan-bulan saya merasakan betapa sulitnya mendapatkan informasi tentang apa itu edamame.. Banyak yang masih belum tahu, padahal Indonesia sudah bisa mengembangkan sendiri benih untuk budidayanya..

Baiklah, tidak perlu berpanjang-panjang cerita… Tulisan ini hanya bermaksud memperkenalkan..

( Note : ini bukan murni hasil ketikan tangan saya,, banyak juga yang ngopi tapi ga ketahuan sumbernya.. Hehehe… )

Sejarah Tanaman Edamame

Edamame (Eda = cabang dan Mame = kacang) atau dapat juga disebut sebagai buah yang tumbuh di bawah cabang ialah sejenis kedelai yang berasal dari Jepang dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan kacang kedelai biasa. Perbedaan yang utama yaitu pada ukurannya dimana edamame relatif lebih besar ( >30 grm/100 biji). Selain itu edamame memiliki kandungan gizi yang berbeda, edamame mempunya phytic acid lebih tinggi sehingga lebih halus dan lebih mudah dimasak. Bentuk tanamannya lebih besar dari kedelai biasa, begitu pula biji dan polongnya. Warna kulit polong bervariasi dari hitam, hijau, atau kuning.

Edamame (mao dou dalam bahasa China) tercatat sebagai tanaman yang dibudidayakan di China pada tahun 200 sebelum masehi, sebagai tanaman obat dan bahkan saat ini masih popular sebagai tanaman obat. Meskipun edamame dikenalkan di China sejak dahulu, edamame baru dipasarkan di Jepang (dikenal sebagai aomame) di Engishiki pada tahun 972 sesudah masehi. Produk tersebut ditawarkan dalam bentuk segar, berupa polong bertangkai di kuil Budha. Total kebutuhan edamame Jepang antara 150.000-160.000 ton per tahun. Produksi dalam negerinya sekitar 100.000 ton per tahun, sehingga kekurangannya antara 50.000-60.000 ton diimpor dari negara produsen edamame lainnya. Hampir semua orang Jepang mengkonsumsi edamame segar selama musim panas. Edamame dikenal dengan berbagai nama di Amerika Utara. Umumnya dikenal sebagai vegetable soybean, atau beer bean, edible soybean, fresh green soybean, garden soybean, green soybean, green-mature soybean, green vegetable soybean, immature soybean, large-seeded soybean, dan nama Jepang edamame, berasal dari kata Eda yang berarti cabang dan Mame yang berarti kacang. Negara lain produsen edamame komersial meliputi Argentina, Australia, Israel, Mongolia, New Zealand, dan Thailand. Pertanian edamame juga ditemukan di Bhutan, Brazil, Britain, Chile, France, Germany, Indonesia, Malaysia, Nepal, Philippines, Singapore, dan Sri Lanka. USA Edamame Research, telah melakukan penelitian tentang edamame selama 50 tahun. Dorsett dan Morse mengumpulkan germplasm pada 1929-1931, dan Morse menggunakannya untuk mengembangkan 49 varietas edamame.

Deskripsi Tanaman Edamame

Edamame merupakan tanaman semusim berupa semak rendah, tubuh tegak, berdaun lebat, dengan beragam morfologi. Tinggi tanaman berkisar antara 30 sampai lebih dari 50 cm, dapat bercabang sedikit atau banyak tergantung kultivar dan lingkungan hidupnya. Daun pertama yang keluar dari buku sebelah atas kotiledon berupa daun tunggal berbentuk sederhana dan letaknya berseberangan (unifoliolat). Daun-daun yang terbentuk kemudian adalah daun-daun trifoliolat (daun bertiga) dan seterusnya. Ukuran, warna dan berat benih edamame bervariasi, yakni:

1.          Mempunyai berat antara 30-56 gram/100 biji

2.          Warna kuning hingga hijau,

3.          Berbentuk bulat hingga bulat telur, dan

4.          Warna hilum gelap hingga terang  warna bunga varietas Ryokkoh putih, sedangkan varietas edamame lainnya umumnya berwarna ungu.

Biji kedelai terdiri dari dua bagian atau keping biji yang dinamakan kotiledon yang isinya kebanyakan adalah protein dan minyak. Berfungsi sebagai pemasok makanan kecambah sampai berumur 14 hari setelah tanam (HST). Di antara kotiledon terdapatcalon batang dan akar (Radix). Membran pelindung biji (seed coat) berfungsi sebagai pelindung terhadap infeksi cendawan dan bakteri sebelum dan sesudah tanam. Oleh karena itu, benih kedelai yang kulit bijinya sudah pecah (atau rusak) sering kali tidak akan dapat berkecambah dan tumbuh berkembang secara normal dan sehat. Umumnya biji kedelai mengandung minyak 18-20%, protein 40%, dedak 8%, dan kadar air 13%. Biji edamame merupakan biji tanaman leguminosa, berbentuk bulat atau lonjong (oval), berwarna kuning dan ada yang hitam, serta mempunyai hi­lum berwarna kecokelatan., Biji kedelai mempunyai variasi warna hilum seperti yang tampak dalam. Biji yang hilumnya berwarna terang atau tidak berwarna adalah jenis kedelai yang lebih disukai dalam kaitannya dengan gizi bagi manusia.

Edamame memiliki bentuk polong yang hampir sama dengan kedelai, tetapi berukuran lebih besar, rasa yang lebih manis, tekstur yang lebih lembut, dan lebih mudah dicerna. Klasifikasi botani tanaman edamame adalah sebagai berikut:

Populasi tanaman edamame

dijepret dari gubuk, pinggir jalan Mangli

Divisi            : Spermatophyta

Sub divisi    : Angiospermae

Kelas             : Dicotyledonae

Ordo             : Polypetales

Famili          : Leguminoceae

Sub Famili : Papilionoideae

Genus          : Glycine

Spesies       : Glycine max (L.) Merr

Orang Jepang mengklasifikasikan edamame sebagai tipe musim panas dan tipe musim gugur. Hampir semua varietas edamame musim panas memiliki sifat sensitif terhadap temperatur, sedangkan tipe musim gugur, sejumlah kecil varietasnya sensitif terhadap panjang hari. Edamame tipe musim panas ditanam pada musim semi dan dipanen belum matang setelah 75 hingga 100 hari, sedangkan tipe musim gugur ditanam pada awal musim panas dan dipanen 105 hari setelah tanam atau lebih.

Varietas dengan kualitas spesial yang memiliki keunggulan tertentu meliputi: Fukura’s dengan sifat yang manis, Kinshu’s dengan sifat polong yang berwarna gelap, Mikawashima’s dengan polong berbiji tiga, Osodefuri’s rasa yang baik, Shiroge’s dengan dahan yang banyak, dan Tsurunoko’s dengan biji yang besar. Varietas dengan kualitas negatif yang memiliki kekurangan meliputi: Fukura’s dengan sifat polong yang mudah pecah, Mikawashima’s dengan sifat pertumbuhan yang merambat, Okuhara’s bersifat periode panen yang lambat, Sapporo-midori’s kurang tahan pada suhu rendah, dan Tsurunoko’s dengan sifat tumbuhan yang tinggi.

Variasi Produk Edamame

Edamame

edamame

Ini namanya edamame teman..:-)

Kedelai edamame merupakan kedelai Jepang berkualitas tinggi, di mana cara pemanenannya dalam bentuk polongnya saja. Dalam memproduksi edamame ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi yaitu sebagai berikut : berwarna hijau seragam, berpolong besar, tidak mempunyai cacat fisik, terbebas dari hama dan penyakit, dan berbentuk normal, yaitu memiliki 2-3 biji dalam satu polong. Untuk produk edamame digolongkan menjadi dua produk, yaitu SLB (Salt Long Blanching) dan LB (Long Blanching). Kedua jenis produk ini memiliki perbedaan dari segi rasanya., di mana SLB memiliki rasa asin karena dilakukan perendaman dalam larutan garam (NaCl). Adapun produk LB memiliki rasa manis karena tidak dilakukan perendaman dalam larutan garam. Rasa manis yang dimaksud adalah rasa manis khas edamame. Di dalam suatu produk terdapat beberapa tingkatan kualitas atau grade, yaitu untuk produk SLB terdiri atas Standard Quality (SQ) dan Second Grade (SG). Sedangkan pada produk LB terbagi atas tiga grade, yaitu Standard Quality (SQ), Second Grade (SG) dan Third Grade (TG). Apabila dilihat dari tingkat gradenya, maka semakin tinggi gradenya, maka semakin tinggi pula harga atau nilai jual produk tersebut dan permintaan konsumen juga tinggi. Oleh karena itu, selalu diusahakan untuk memperhatikan mutu produk.

Edatsuki

edatsuki belum direbus

yang ada tangkainya ini namanya edatsuki..

Kedelai edatsuki merupakan kedelai yang memiliki varietas yang sama dengan edamame, yang membedakan adalah pada saat dipanen sekaligus dengan batangnya dengan beberapa kriteria sebagai berikut: berwarna hijau seragam, berpolong besar, bebas hama dan penyakit, tidak memiliki cacat fisik dan berbentuk normal. Sejak dari lahan kedelai ini masih bertangkai dengan beberapa polong, namun setelah mengalami proses pengolahan lebih lanjut hingga menjadi produk edatsuki maka dalam satu tangkai besar dipotong-potong menjadi tiga bagian tangkai kecil yang terdiri dari beberapa polong. Sama halnya dengan edamame, produk edatsuki terbagi menjadi dua, yaitu SLB (Salt Long Blanching) dan LB (Long Blanching), di mana kedua produk tersebut hanya memiliki tingkatan grade Standar Quality (SQ).

Mukimame

mukimame

yang udah dikuliti ini, namanya mukimame..

Kedelai mukimame merupakan kedelai edamame atau edatsuki yang telah terpisah dari polongnya sehingga hanya dalam bentuk bijinya saja. Hal ini tentunya juga harus memenuhi kriteria kedelai mukimame, yaitu : berwarna hijau seragam, bebas hama dan penyakit, serta biji tidak rusak atau cacat. Khusus untuk kedelai mukimame, bahan bakunya berasal dari dua sumber, yaitu bahan baku yang berasal dari lahan yang dikenal dengan nama BBM B dan ada pula bahan baku yang berasal dari pabrik (BBM A), yaitu dari kedelai edamame atau edatsuki yang tidak memenuhi kriteria sehingga dikatakan sebagai afkir. Adapun proses pengolahan kedelai mukimame juga lebih rumit bila dibandingkan dengan pengolahan edamame dan edatsuki karena melalui tahapan proses yang panjang, di mana dilakukan dua kali blanching serta menghasilkan limbah padat dan limbah cair.

Sekian dulu,, mau ngampus,, nunggu dosen lagi.. Hahaha..

besok kita lanjutkan..:-)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s