Bungaungu

Aku, Kau dan Kita (2)

 

Masih kutuangkan smoothie apricot kental pada piala perak milikmu,,

ketika terburu-buru kau raih dengan jemari kanan yang menampakkan luka sayatan pada punggungnya..

 

Kita hendak mengejar Jingga senja yang segera melepir,,

sementara tepian pantai Kaspia masih bermil-mil jauhnya..

 

Heyy… Tunggu,,..

Kau tak bisa membawanya sambil berlari,,

sebelah kiri mu yang lebih kekar sedang erat mengenggamku..

Ingat..!!!

 

Lalu kita terduduk beralas pasir,,

menunggu jingga menghitam sembari mencicipi lembutnya smoothie aprikot,,

 memulai cerita pada langit dengan gemersik deburan air,,

hingga ruahnya gemintang menciptakan titik-titik benderang,, menjadikan hitam tak lagi legam…

sampai busur Centaurrus terpeta tegas,,

sampai ekor Scorpius tergambar jelas..

dan sampai mataku memejam sempurna..

 

(Meski hanya tertinggal selembar perkamen lontar dan basah, tetap akan kutulis jejakmu disana)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s