Duniavioelet

Antara Rok dan Celana


Melem minggu ini, saya ingin ada sejenis penyegaran ringan. Kebetulan akun facebook saya sedang terbuka. Maka, dengan riang gembira saya menambah koleksi foto pribadi dalam album keluarga. Satu diantaranya saya jadikan foto profil. Yaitu gambar saya yang tengah duduk pada sebatang pohon roboh, berlatar lautan pasir reruntuhan Merapi.  Senyum lebar  serupa cengiran. Sweter abu-abu yang kebesaran, dengan bawahan jins satu-satunya yang saya punya.

Melihatnya, semacam stimulan untuk ikut tertawa.

Tak sampai lima belas menit kemudian, wajah seorang sahabat laki-laki nangkring di dinding. Bersama celoteh yang pengennya saya anggap ringan.

wiihhh,, nder fotomu.. mbok yo diganti yang pake rok aja..

Namun, celoteh itu menjadi sedikit berat ketika dua perempuan mendadak menghadiahkan jempolnya. Keseharian satu diantara perempuan itu memang selalu memakai rok atau gamis dengan kerudung yang lumayan lebar. Sementara seorang lagi, perempuan yang seringnya melihat saya dengan setelan rok, kaos panjang dan jilbab yang dibuat menutup dada..

Rasanya seperti ditampar.. Sambil ditanya sinis

Kemana rokmu..??

(Ada. Tu lagi disimpen di kantung pink..:P)

 

Saya pribadi, jujur, risih klo dihadiahi statement semacam itu..

Memang kenapa klo saya pake celana..??

Aneh..?? Iya, saya tau..

Ga biasa..??? Benar, saya juga paham..

Tapi,, ga ada yang salah kan..??

Toh, tampil begitu tidak membuat laki-laki yang kebetulan menatap saya jadi berdosa. Seluruh aurat saya masih tertutup.  Tidak ada juga lekukan tubuh yang telihat menonjol.

Seperti itu menurut hemat saya..

 

Beberapa bulan terakhir, saya memang kembali sering dengan celana..??? Perlu bertanya mengapa..???

Anggap saya tidak konsisten, tidak istiqomah?? Atau bermain-main dengan akidah..??

Boleh. Tidak masalah, meskipun bagi saya seperti itu berlebihan..

Karena alasan sebenarnya adalah sederhana…

Seperti ini,,

Antara rok dan celana..??

Bagi saya jelas beda. Keduanya serupa dengan symbol gender. Identitas pembeda laki-laki dan perempuan. Buktinya, semua jenis seragam sekolah mengatur begitu.. Sekali lagi, itu pendapat saya yang tumbuh besar di timur. Setidaknya laki-laki selalu identik dengan celana. Meskipun perempuan sekarang tidak selalu memakai rok. Termasuk saya dulu yang lebih nyaman dengan kaos dan celana pendek.. Celana membuat kaki-kaki saya bebas bergerak, lebih bebas duduk, ga bingung klo kebawa angin, dan tentunya bisa buat lari kenceng kalo ada bahaya mengintai. Intinya, bercelana itu lebih simple.. Ga pake ribet..

Kemudian, setahun setelah memutuskan untuk berjilbab, saya mulai sering memadukan atasan dengan berbagai model rok. Saya pilih yang agak lebar agar ruang gerak saya tetap luas. Ada yang sinis bilang saya latah, ikut-ikutan temen yang memang dasarnya alim. Padahal sebenarnya saya memakai rok setelah ada suara yang sangat halus membisiki telinga saya ketika tidur untuk tidak berpenampilan menyerupai laki-laki.  Beruntungnya lagi, setelah memakai rok saya makin sadar klo saya ini perempuan sehingga gesture-gesture maskulin dalam keseharian saya juga mulai tereduksi.

Saya tau dosa saya sudah terlampau berlimpah. Takut luber klo ditambah-tambah lagi. Oleh karena itu, sedikit-sedikit saya ingin memperbaiki diri. Belajar untuk mengerti, lalu diamalkan. Bukan karena siapa-siapa. Bukan demi sebuah image bagi orang lain. Hanya untuk saya sendiri, dan Tuhan.

 

Lalu sekarang, ketika tampilan fisik kaki saya tampak lagi. Apakah karena orang selama ini membimbing saya pergi..?? karena orang yang sudah membuat saya berubah tak peduli terhadap saya lagi..??

Aih..Aih… Bukan seperti itu..

Beberapa bulan belakangan, saya disibukkan pada kegiatan penelitian. Sebagai mahasiswa budidaya pertanian, penelitian saya tentu saja dengan menanam. Berprofesi sebagai bu tani sungguhan.

Coba bayangkan bagaimana aktivitas saya di lahan (mulei nanem, mupuk, nyiang, liat-liat taneman) kalo saya masih mempertahankan rok saya..?? Bisa seh, tapi bakal ribet banget. Saya pernah mencoba. Belum lagi klo lahan saya sedang becek. Ditambah perjalanan dengan berkendara motor selama satu jam. Berangkat di pagi yang sangat dingin. Dengan rok, pasti saya akan sangat tidak nyaman.

Intinya, rok dan celana bagi saya itu fleksibel. Ketika mobilitas saya tinggi, saat sangat perlu kebebasan dan kecepatan bergerak, dan saat penampilan saya tidak memungkinkan untuk repot tentu saya akan memilih memakai celana saja. Misalnya ketika bepergian dengan motor (motor saya ga pantes buat ditampilin feminim), ketika praktikum lapang, menjelajah hutan, perkebunan atau turun ke sawah padi serta saat saya berniat untuk bermain-main dengan alam. Termasuk ketika foto itu diambil. Di lereng merapi. Menempuh perjalanan 1 jam dengan motor, lanjut traking jalan kaki sejauh 2 km.

Memilih memakai celana adalah bentuk penghargaan saya terhadap diri saya sendiri. Saya nyaman seperti itu. Meski tampak aneh atau ga biasa. Meski banyak mata mengernyit menatap saya. Lebih jujur lagi, saya ingin menjadi diri saya yang apa adanya. Klo pengen begini, ya begini saja. Klo pengen begitu, ya langsung menjadi begitu. Ga perlu mikir pusing atau ribet. Tidak harus memaksa jika memang tidak bisa. Saat saya merasa akan lebih nyaman dengan celana, ya sudah pake celana. Saya tidak ingin peduli dengan anggapan atau penilaian orang tentang saya dengan penampilan seperti itu. Selebihnya, sayapun tidak perlu terganggu dengan pertanyaan atau cibiran-cibiran yang langsung ditujukan di depan muka saya. Mau dibilang plin plan ya silahkan, maw dibilang kumat bandelnya ya monggo. Selagi tidak menganggu manusia lain, saya punyak hak mutlak untuk menentukan apa yang ingin saya pakai. Perkara konsisten atau tidaknya, biarkan itu menjadi urusan saya dan Dia saja..

Mbok ya potonya diganti yang pake rok aja..:)

Toh, yang paling penting dari baiknya penampilan tidak terletak pada bawahannya rok atau celananya saja bukan..??.;-)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s