Duniavioelet / Fiksi

Kristal Biru Dini

  “Diniiiiiiiiiiiiiiiiii…” Suara mbak Dilla terdengar melengking, Dini yang tengah bersenandung ria di dalam kamar mandi sampai ikut-ikutan teriak terkejut, menjatuhkan gayung berisi air yang untungnya sudah disiramkan ke kepalanya yang berbusa.. Menyebabkan bunyi berkelontang tiga kali, karena sang gayung jatuh memantul, jatuh memantul baru tergeletak tengkurap…“Huh, mbak ini, mentang-mentang abis sarapan tenaganya dikeluarin semua.. … Baca lebih lanjut

Duniavioelet / Fiksi

PROLOG

Perkenalkan dulu, kami menyebut diri sebagai Keluarga Letrek, dan karena kepanjangan, biasanya menyingkatnya Letrek’ers.. Entah frase ini sesuai atau tidak dengan EYD English yang benar, yang penting kami suka… Hehehe.. Aneh dengan kata Letrek?? Aku juga baru mengenalnya ketika bersabat dengn Rizka dan Ochi.. Historisnya menurut mereka, Letrek adalah bahasa asli gersik yang berarti centil … Baca lebih lanjut

Duniavioelet / Fiksi

Selembar undangan merah jambu..

Siang itu, senin 05 oktober 2009 aku sudah bermukena lengkap hendak menunaikan sholat dhuhur ketika hapeku bergetar. Sebuah sms masuk dari ochi, sahabatku. “Ri, aku punya berita bagus buatmu.”, sejenak aku berpikir. Buatku..?? terlintas tentang beberapa naskah tulisan yang pernah aku kirimkan. Kemudian kuketik balasan. “semua berita membahagiakan untukku, chi..☻..Ada apa..??” kirim, dan mencoba untuk … Baca lebih lanjut

Fiksi

Catatan Pelangi dari Pinggir Maospati

Sinar mentari pagi tiba-tiba hangatnya menyilaukan. Aku mengerjap, dan terdengar suara ibu… “Mbrut, bangun nak, sekolah kan?” Ternyata ibu sudah membuka jendela kamarku yang langsung berhadapan dengan jalan, membiarkan sinar matahari pagi membangunkanku. Dengan masih sedikit malas aku bangun. Jam besar di ruang tengah baru saja berdentang 6 kali. Artinya, ini masih pukul 6 pagi, … Baca lebih lanjut

Fiksi

Cinta Untukmu, dari Bunda

Dedikasi tertinggi dari sebuah cinta adalah pengabdian…. Dan makna yang paling mulia dari menyayangi adalah ketulusan…. Suatu saat, Rara akan paham…. Bunda sayang Rara… —————- “Rara,makan malam dulu yuk! Sudah ditunggu Ayah di meja makan.” Suara Ibu menyadarkan Rara dari lamunanya. Dengan segera dia melipat kertas berwarna ungu muda yang baru saja ia temukan, menaruhnya … Baca lebih lanjut