Bungaungu

Aku, Kau dan Kita (3)

  Kau masih terdiam, sedang di timur garis-garis kemerahan menjadi semakin tegas..   Cobalah ikut mengalur bersama angin, hingga saat pijarnya telah sempurna tak ada bagian darimu yang tersengat dan melegam..   Lalu putarkan baling-baling kayu itu, tawarkan pada mereka, bahwa hidup ini mudah saat kita mau melihat harapan dari celah-celah yang sederhana..   Lantas … Baca lebih lanjut

Annissa / Bungaungu

Aku, kamu dan perempuanku..

Kubiarkan kau mencecap ujung botol maduku, bahkan lalu kuulurkan kepadamu… Kurelakan kau hisap wanginya rekah melatiku,, bahkan lalu kupetikkan untukmu… Dan aku hanya mematung,, saat kau menyapa kemudian membawanya berlalu.. Lalu Kupilih jalan memutar,, agar kita tak lagi bertemu…   Kubebaskan kau dengan apapun maumu,, karena kupahami,, kau khusus Dia kirimkan untuk mengajarkanku bagaimana menjadi … Baca lebih lanjut

Bungaungu

Sendiri… (..butuh itu untuk melanjutkan perjalananku..)

Yang kurindukan kini adalah sepi,, senyapnya jalanan saat deru roda dan mesin kendaraan telah dimakan kelelahan.. Yang ingin kusinggahi sekarang adalah ruang lapang,, hamparan padang tanpa kokohnya bangunan yang berdiri dengan keangkuhan.. Dan Yang hendak kuresapi  detik ini adalah kekosongan,, rasa hampa setelah sesak emosi tuntas mengudara..   Perempuan hebat adalah,, Ketika dia berhasil melintasi … Baca lebih lanjut

Bungaungu

Ungkapan yang Tertunda

Mencintaimu adalah sebentuk ungkapan tertunda yang kemudian terlahir selang beberapa masa bersamamu.. Menjadi wujud rasa, tingginya pemaknaan atas sayang yang sama-sama kita jalankan.. Merupakan bentuk nyata kasih, seperti yang sering aku nyatakan.. Perkembangan level rasa yang tanpa sadar datang, menginfeksi dan kemudian menyebar tanpa juga aku mengerti.. Tapi ada sebuah kendali yang selalu siap bekerja … Baca lebih lanjut

Bungaungu

Sebingkai Maaf yang Tertunda

Kita hanyalah wakil-wakil kehidupan yang hadir pada masa ini.. Dipertemukan oleh waktu pada akhir musim lalu.. Kita hanyalah dogma nafas yang bergerak mengikuti alur nasib.. Tersendat oleh riak bebatuan di ujung hilir.. Tak ada yang lebih dari diri yang menumpang baik pada kulitnya saja., selebihnya, hanyalah sekumpulan penyakit” yang tertumpuk jauh di sudut hati.. Metamorfosis … Baca lebih lanjut